05 October 2006

Aku...

Aku
Seorang penutur
Namun tidak selamanya bahagia bisa dinamai
Tidak selamanya….
Tidak sebahagian kesedihan tidak tertuang..
Dalam selembar kertas usang..
Dan itulah hidup sebenar-benarnya,
Bukan pementasan drama sekolah…


Lama
-aCI-

Aku suka malam

Aku suka malam
Karena aku bisa tenggelam bersama senyapnya
Dalam gelapnya aku bisa melalukan hari
Turut hanyut bersama kebodohan dan kebobrokanku
Lalu meresapi kebangkitanku sambil mentertawakan kematianku
Hanya diantara sunyi yang berima
Aku suka malam


Sendirian
-aCI-

Anak SUngai yang Terpisah.

Hidup yang terus mengalir
menjauhkanmu dariku
tapi itukah rencana tuhan?
tidak tuhan tidak seiseng itu mengatur
berbagai detail yang terlalu khusus!
tidak tidak ada tuhan

kitalah yang saling berpisah
sungai-sungai itu tidak pernah bersatu lagi
di muara yang sama

kasih, ini yang terbaik


Cium Sunyi
-aCI-

aneh?

Aku Cuma lagi aneh
Hilang bentuk
Hilang rasa terhadap semua cinta yang pernah ada di dunia....


-aCI-

Antara Marah dan Tidak

Tuhan_Hantu?

Hantu_Tuhan?

Apakah kau masih akan menceleku?
Membuatku gendok dengan selalu salahnya jalan
_Tidak seperti yang kuperhitungkan, apalagi yang kumaui….

Apakah TakdirMu seorang oposan?
Apakah TakdirKu sudah punya Hati_seperti Aku?


-aCI-

Bawa Kematian Padaku!

Aku tidak takut pada kematian itu, wahai Izrail
Meski jiwaku lepas dari raganya, ia akan tetap melayang
Berteriak lantang tentang keadilan dan juga kemanusiaan
Ia masih bersemangat untuk berbakti.
Pada dunia yang taklagi fana dan solid untuknya.

Jadi apa yang kau tunggu, Izrail?
Ayo cabut saja biar tugasmu selesai...
Aku tidak akan apa-apa...
Kematian hanyalah perjalanan setelah kehidupan...

Selama ini aku hidup untuk mati...
Inilah akhir dari penderitaanku

Pintu gerbang sudah terlihat..
Gelap kemudian


-aCi-

Berbohong Padaku?

Ada Kalam aku menghibur diri
Dengan seronok memapar mempunyai segala
Padahal itulah yang aku angankan
Ada Kalam aku menghibur diri

hanya menghibur
atau bahkan membohongi kenyataan dengan mimpi?


Cium Sunyi dan Lembayung Senja
-aCI-

Bukan Tulang Rusukku

Aku kembali pada waktu aku hidup saat ini…

Kembali pada buku paduan kerja yang kini tergeletak tak terbaca
,perhatian padanya kuambil-alihkan pada masalah terbesar yang pernah terjadi pada hidupku…

Kembali pada kekecewaan yang takberujung…

Air mata yang telah keluar, tak dapat ditarik lagi

Hari itu menumbuhkan keyakinan, walau sakit, ia bukan tulang rusukku yang hilang…
….

Kesendirian berarti banyak
Melayang jiwa-jiwa pembebas
Menuju satu harapan, pilar semata wayang
Ada saat cinta tak kumengerti
Ingin bahagia bersama
Tapi butuh merana
Merindukannya, menahan hasrat
Dan menikmati…
Kesendirian berarti banyak
Kepanjangan bukanlah suatu arti…



Belajar Diam dan Sunyi]
-aCI-

CEMAS!!!!

Alir darah cepat naik ke otak, pipa kapilerku terlalu kecil untuk menahan gaya tekan melebihi dari batas amannya.
Rasa panas cepat-cepat aku kendalikan
Aku hanya bisa bersandar pada Jok usang,
Memandang hujan,
Akhirnya membiarkan ia membasahi wajah kusutku
“Semuanya akan jadi baik kembali”


Tatapan Sunyi
-aCI-

Aku Dalam Cermin

Cermin-cermin berputar diantara kunang-kunang…
Semua berpusing dan jatuh tepat dalam satu titik,..
Pusat stagnansi dalam satu integrasi logis dan mistis sisi kemanusiaan..

Banyak perjalanan telah kulalui,
Berguncang antara tanah-tanah keras dan merah,..
Atau menikmati empuknya kursi penumpang waktu melewati tanah-tanah gembur

Berlabuh...
Sedikit meredam untaian-untaian yang sempat terkoyak dahulu..
Memahami dualisme waktu dan ruang...
Hingga sedikit bijaksana

Dan...
Adalah kutukan jika aku tak boleh kembali lagi pada satu titik, satu tempat,...
yakni tempat-mu yang agung



Harapan Agung
-aCI-

Cintailah Aku, Tolong?

Kuakui kau berhak jijik atas semua penguakan lemahnya aku

Mungkinkah,
tercipta sinaran hangat yang akan membasuh pipimu?
Ditengah onggokan yang kini kau teliti_
Diantara teka-tekimu tentang aku?

Tolonglah
Jangan kau lihat dengan hampiri sesaat

Tolong dalami hatiku,
Jiwaku…
Ia sudah lama beku,
sedih,
bingung tanpa arah
Berilah ia nyawa_sebuah arti

Cintailah aku dan segala tentang aku…



Cium Sunyi
-aCI_

Dari Dalam Bus Ekonomi

Kesemangan Senja
Menunggu deret antrian
Berhenti dan sesak nafas
Lewat lensa,
kaca berembun masih terlihat rintik air menusuk tanah
Diantara pilunya badan
Lirih aku berteriak ingin meledak

Rasanya dunia menekan, mencekik dan lapar ingin menelanku kedalamnya
Semua pori-pori kehidupan yang lalu begitu indah,mereka..jalan…
Aku ingin gampar diriku
Sejauh yang terlihat selalu salah….

Tuhan, apakah Kau masih memanjakanku dengan keberuntungan?
Apakah Kau masih sayang padaku?
Walau aku hanya terkesima saat Kau terlihat agung dalam pandanganku?


Sesak dan Sunyi
-aCi dan Senja-

Definisi Subjektif

Manusia adalah bentuk miniatur dari sistem komplikasi terumit yang ada di jagad raya. Betapa tuhan memang pintar dan kreatif. Menciptakan bentuk miniatur dari sistem yang mahabesar, sehingga manusia dengan mencoba belajar dan memahami apa yang terjadi dalam dirinya, ia juga mengetahui apa yang terjadi di alam semesta. Kelahiran adalah penciptaan, kehidupan adalah proses-proses dan reaksi-reaksi, kematian adalah kehancuran jagad.


Pertanyaan Besar
-aCI-

Dewi Malam yang Angkuh

Dewi malam, kamu sama rakusnya dengan aku...
Dewi malam, malahan kamu menyikat habis jatahku...
jatah udaraku...
Padahal nafasku sudah pendek-pendek didekatmu..
Apakah kamu memang sengaja bermaksud membunuhku, dengan membuat jantungku lepas dari dindingnya?
Karena ia berdegup kencang
Terlalu kencang...


Seruling Golem
-aCI-

Di depan Tanah Merah

Lelaki jangkung itu masih disana
Sudah gelap tapi masih setia dengan pegal kakinya
menunduk dengan diam dan bisu.
Seolah ...
memang bisulah satu-satunya yang bisa mengerti
apa cerita hidup saat ini..
Memandangi tanah yang masih merah dan sebongkah kayu menamai tanah gembur itu..
Angin melalukan kasihnya.
Waktu kembali berpusing...


Selamat Jalan Mesullam
-aCi-

Drama Monolog

Drama Monolog

Secercah Simpul Pagi,
Membangun Esok,
Mengharap Sinaran Hangat,
Embun dingin membalut perih,
Nafas mengganti nista..
Akhirnya...
Kosong mengganti galau
Kukumpulkan asap dari batang rokokku sendiri...
Menguatkan hati dan berkata tulus
“Kalau ternyata jadi hantupun tak apa..”

Lalu dengan pertanyaan ketegaranku, aku berani memunculkan nama ke permukaan panggung dunia....”Akankah manusia bahagia?”
Seperti Kupu-kupu , ia akan bahagia jika kau melepaskannya
Ia akan mati tercekik kehabisan nyawa jika kau memegangnya, padahal kau niat menjaganya...

Aku membayangkan dalam irama terjalnya lagu tabuh gemerlap kota,
Aku menari dengan ketelanjangan kumemperlihatkan dosa dan borok setiap lekuk
Aku menari bebas tanpa irama, ketukan dan aturan koreograferku_Sang Allah
Dengan lantang kuhadang maut
Dengan Fatal ku tantang lautan beserta ombaknya yang ganas
Kadang aku memang ingin tenggelam lalu hilang lalu tenggelam hanyut
Merayakan setiap sudut kekalahan dengan kesunyian
Bukan pertahanan maupun pembenaran posisi atau sekedar penghiburan
Karena untukku itu bukan sikap wanita sejati

Angin datanglah Hujan turunlah
Badai datanglah

Meraung.Merayap.Menggeletakkan limpa di sandaran kursi utama.
Meringis.Terjerembab.Menyeret tanah hingga berganti darah lalu terbukti kebenaran.
...
dan kuyakin
mentari kan datang untuk jadi pelipur lara.
....
Kutenggelam dalam cinta yang membasuhi lukaku
Namun perih yang kurasa tak pernah berakhir
Walau nian timbul nian tenggelam
Mungkin memang sisi itu tak pernah ku buka pada siapapun
Sampai aku bingung dengan keberadaan perasaan itu sendiri.
Bukan pendeskreditkan sebuah drama bertemakan “Cinta”.
....
Tuhan, ikhtiar, takdir dan kabut
Empat besar penentu ramalan sastraku yang misterius..

Penarik benang merah butuh ketegaran dan kekuatan
Walau untuk sekedar mengalirkan hidup apa adanya
Itulah yang seharusnya kulakukan...


Cium Sunyi
-aCi-

EMpat Tembok

Perempuan yang sedang menangis itu berteriak:

Aku yang terlahir ditengah empat tembok menyatu,
Begitu tinggi menjulang, begitu rapat satu sama lain
Hingga aku tak dapat bergerak didalamnya
Hingga aku tak dapat meraih birunya awan di langit
Saking sempitnya sampai aku tak kuasa mencium bumi
Apalah bedanya hidup yang bergitu terbatas dengan penjara-penjara bawah tanah itu?

Di kiriku bertahta kebodohan dan pembodohan
Di kananku kemelaratan dan kelaparan begitu agung
Di depanku: Satu_Kemalasan merajalela
Di belakangku berbaris norma-aturan-adat-undang-undang dan kata tanpa logika

Inilah saat aku menentukan apa yang terbaik dalam hidupku

Perempuan itu menguak semangatnya:

Hancurkan dahulu apa yang ada di depanku!
Tendang dengan kuat!!!
Buang kemalasan dan singkirkan ketakutan
Walau Patah tulangmu, lumpuh kau dibuatnya!
Runtuhkan penghalang di kiri dan di kanan
Bodoh dan melarat bukan alasan kau berhenti berharap
Pukul dengan genggaman tanganmu...
Meski kucuran darah harus dibayar kemudian
Yang di belakang itu tinggal dikentuti saja!

Bebaslah Perempuan,
Bukalah otakmu lebar-lebar!!!
Selagi waktu masih menyambung umurmu
Dunia diluar empat tembokmu begitu ramai dan berwarna
Pilihlah!!!
Pilihlah apa saja yang kau mau untuk menjadi corak nasibmu!


Bangkang dan Dobrak
-aCi-

Energi CInta

Kau tahu seperti apa ikatan ionik dalam senyawa putus?
Kalau kau tak pernah merasa cinta sejati, Kau takkan pernah paham ilmu

Ia mencintaiku begitu hebat_

Cintanya adalah energi yang memasuki tingkatan energi dalam orbit hatiku,

Ia begitu kuat_

Hingga membangkitkan energi dalam…

Dan hatiku bervibrasi_

Hingga luluhlah semua rantai-rantai pengikat batin
Energinya merosot jauh;seperti grafik dengan mantisa bereksponensial negatif


-aCi-

Strip2: Harapan di Sandaran Bangku

Andai diantara ketakutan dan perpisahan itu, aku bisa mendapat kekuatan untuk bertahan apa adanya.

-a-

Itu Untukmu, Tuhanku...

Itu Untuk Tuhanku

Kenapa raut wajahmu menghantuiku?
Tapi aku merindukan auramu, baumu dan ocehanmu...
Kau begitu sempurna_kuharapkan sempurna
Dan itulah kesalahanku,
Aku tidak membiarkanmu hidup dengan kekuranganmu

Ada sisi-sisi dari dirimu yang tidak bisa kusentuh
Itu juga kesalahanku
Karena ingin menyentuh sampai merubahnya
Itu adalah kesalahanku...

Tapi aku tidak pernah salah pernah mencintaimu dan mencintaimu
Meski aku salah tidak bersamamu lagi...

Ini puisi cinta paling basi, paling menjijikan
Tapi hatiku yang rapuh dan kukira mulia pun
Melahirkan kata-kata menjijikan ini...

Kecewa bukanlah kata-kata untukmu tapi untuk tuhanku...
Rubuhnya harapanku juga bukan frasa untukmu tapi untuk tuhanku
....

Tanpa Emosi
-aCi-

Jurnal Malam Itu...

perjalanan hidupku yang panjang
menghabiskan banyak pengorbanan darah, air mata dan daging
tapi semoga semua itu tidaklah sia-sia...

mungkin hanya dengan berlumur dosa, aku bisa mendapat kekuatan jiwa
terlalu naif untuk mengharap keajaiban dari langit
atau harta karun dari gundukan tanah yang sedang kupijak

meski dalam hatiku, aku tidak pernah meragukan keberadaanMu, tuhan
Kau injak harga dan nilai sebuah aku
tapi aku tetap tegak dan berusaha tegar menatap langit merah...
aku tetap mencintai-Mu, lebih dari apapun
aku merindukan petunjuk-petunjuk-Mu
tanda-tanda kehidupan untuk merogoh sedikit saja rahasia-Mu...

sakit kurasa, pedih dalam kesengsaraan...
jalan terus? aku rasa itu harus...

IndahLembayungSenja.

Anakku, kemarilah
datang pada ibumu

Indah dan Aci

Kalah

kenapa aku begitu sulit saat ini untuk sekedar mengungkap rasa dalam hatiku?
jiwaku mungkin sudah kelamaan membisu...
ia sudah lupa bagaimana caranya jujur pada dunia...
Apakah aku akan mati?

Aku tersentuh oleh seni-seni indah sekitarku...
Tapi aku hanya diam menjadi penikmat dan tiba-tiba menangis,
karena duniaku tidak lah senyaman itu untuk ditinggali...

Aku menjadi gurunggusuh dan memusingkan diri pada hal-hal sulit
karena aku gagal memahami dan mengatasi hal-hal simpel dan kecil,

Tuhan apakah aku akan bungkam selamanya dalam hidupku yang serba tidak jelas ini????

AKu tidak ingin kalah dari keputus-asaan...
Apakah hidupku ditutup oleh kematian tragis nantinya?


Seruling Golem dan Cium Sunyi
-aCI-

Kangen

Kangen_ingin bertemu

Terobati! Tapi anehnya ia takkan sembuh
Ia makin menjalar lewat aliran darah dalam pipa arterimu,

Memasuki sel-sel terkecil dalam tubuh

Naik stadium
Berefek domino

Seperti narkotika dan arak, kian lama , kian harus terpenuhi banyaknya

Terus…

Seperti kanker yang menggerogoti organ vital manusia…

Tapi, itulah yang kuingini..


Tidak Akan Lebih
-aCi-

Malam Tuhan Romantis

Entah apa yang terjadi kini
Tapi ditengah keserabutan dan belokan-belokan hidup
Aku cuma ingin bercerita padamu..

Aku tak ingin memikirkan belajar dan belajar,
Aku tak ingin menyiapkan segala sesuatu menurut jadwal
Esok ujian, tugas, ujian, tugas dan banyak lagi…

Aku tak ingin dikacamatakudakan oleh agenda

Aku ingin meruncingkan pikiranku,
analisaku,
pengalamanku
Menelan takdir hidup dan dunia lebih banyak.

Ingin memuja kasih lebih dari yang kudapat

Aku ingin menelanjangi Tuhan dan keindahannya
Ia sumber Cinta. Cinta pilar ruh semua ruh
Ada anugerah hangat ingin kugenggam dan kubagikan
Yang terlalu berharga untuk dibiasakan

Menerawang jauh, jauh dan jauh lagi
BATAS…. Itulah tema hidupku beberapa waktu akhir ini.
Aku ingin membebaskan diri
dari rantai kerangkeng keterbatasanku
Aku ingin bebas_lepas
Terutama dari kebodohan_Suatu penjara dari kebebasan diri
Aku ingin punya kebebasan abadi
Bebas bahagia,
bebas memilih jalan hidup,
bebas berfikir,
bebas berkarya,
bebas dari rasa takut
Aku tak ingin bodoh
aku tak mau mendekam di kegelapan terlalu lama…

Kebebasan abadi_tujuan dan hakikat aku tercipta

Aku cuma ingin berfikir dan merenung

Malam ini gemerlap
Sang Khalik menyebar romantisme kemanusiaan_
Dibantu malaikat-malaikatnya

Aku melihatnya
Aku ingin melihatnya setiap hari…
***


Putaran Baru
-aCi-

Aku Ingin Mandi

aku cuma ingin percaya lagi pada keajaiban
aku percaya lagi pada lingkaran keseimbangan
aku terlalu jauh melewati demarkasi logis.
terlalu logis dan penuh dengan ketakutan
ingin mewarnai dunia dengan krayon yang pernah kupergunakan dahulu
tanpa intrik dan kecurigaan
tanpa perasaan yang rumit
segala yang deatil dan sulit ingin kubuat mudah dan indah.
Bukan dengan mencintai ijal
bukan dia bukan cintaku kalau begitu
andai hujan datang dan membasahi ruangku yang terlalu lama kering.
Siapa tahu kebenaran bisa terungkap
aku ingin mandi lama dan berendam dalam ember...
bertanya pada diri sendiri
apa yang aku butuhkan
apa yang harus kulakukan
untuk membuat segalanya putih dan bersih kembali
aku butuh tuhan
butuh cinta yang tulus
aku cuma ingin normal lagi


Pembersihan Jiwa
-aCi-

Mata

Mata memaksa terbuka demi pengetahuan...
Hati memaksa menumpahkan apa yang sudah ada karena meluap
Sangat meluap, lebar dan dalam...
Meski tubuh lelah...
Otak tetap mencoba mencari-cari kata-kata terindah yang paling pantas
Meski pujangga berkata tidak perlu kata-kata indah untuk mengungkapkan semuanya...


Mata Hati
-aCi-

Menunggumu

Aku resah
Aku gelisah
Menunggu untuk tahu apa yang akan terjadi

Aku Yang Salah
-aCi-

Pengecut yang Lemah dan Menjijikan

Seharusnya itu semua sudah terlupakan.
Seharusnya itu semua sudah bertransformasi dan lapuk menjadi abu.
Sudah siap diterbangkan angin lalu. Seharusnya semua sudah hilang.
Lenyap .
Habis..
Aku memenangkan perang dalam semua daerah kekuasaan hingga aku tak lagi haus kemenangan.
Namun sesuatu membuatku tetap berjalan pincang.
Tercipta tanpa penyempurnaan.
Akulah pahlawan ,
Akulah Ksatria di setiap medan.
Tapi hal paling pengecut melekat dalam jiwaku
. Lemah dan menjijikan…..


Ada Hari Esok
-aCi-

Perasaan yang Datar AKhirnya Kebas

Aku bimbang
Aku sentimen
Betapa mudahnya aku gagal
Aku sedih
Aku membatin
Aku menangis

Inilah klimaks selama ini
Belum lagi perang batin

Cium dari Sunyi
-aCi-

Perempuan Dalam Hatiku

Menarik nafas,..
Dalam
Lalu dihembus sedikit-sedikt
Mengangkat tangan sambil menatanya di depan dada
...
Terdeteksi detak jantungku...

Dug-dag-dig-dug
Dug...Dag......Dag......
Dig....Dug...Deg..

Menahan emosi yang meloncat-loncat,
Memanggil lagi keindahan yang kurasakan tadi senja,..
Warna merah yang sedikit-sedikit pudar,
Dan menjadi kenang-kenangan dari siang...
Lalu redup
Dan gelap...



Untuk Maha Gadis
-aCi-

Pertunjukan yang Harus Terus Berjalan..

pertunjukkan ini harus terus berjalan

Kasihku, jangan menangis di tengah jalan
adalah berat bagi kita untuk sendiri
tapi engkau adalah sahabatku paling sejati
yang pernah dan selalu ada dalam hidupku
meski tiga puluh tahun berlalu dari hari ini

tuhan menciptakan umatNya berpasangan
ada pasangan jiwa_seperti kita
sayangnya kita adalah ketidak-beruntungan
karena kita bukan pasangan hidup

Kasihku, maafkan aku yang memiliki hidup
yang sulit. Tidak mudah.
Maaf karena itu aku tidak bisa merelakan
diriku terjun ke dalam jurang untuk bersamamu.

Aku masih meyakini sampai hari ini
aku harus mencari logika bukan cinta
aku harus mencari pria lain bukan dirimu

aku selalu mencintaimu
aku akan selalu seperti ini.


27 September 2006
00.20

Relung Kosong
-aCi-

Pijar Impian

Yang kuimpikan adalah sebongkah hati berseri penuh kasih,
damai dan kuat….
Dan berani_
Berani untuk menghadapi yang didepan_
Berani mengalirkan hidup apa adanya…

Pertanyaan Besar
-aCi-

Rindu?

inikah rindu...
gelisah tanpa akhir...
menunggu tanpa janji...
cuma berharap ia datang memberiri kejutan...
hanya ingin tidur dan tidur, berharap bertemu dalam mimpi...
indah dan menyiksa...
tapi...
ini kan kekuatan terbesar yang pernah ada???

Relung Kosong
-aCi-

Saat Arwah Menyapa DUnia Kembali

Kucoba untuk diam
Bisu tak hanya mulutku tapi juga telinga, mata dan seluruh indraku...
Memulai pencarianku pada kehidupan halus yang terwakilkan suara alam...
Mengartikan seluruh nadanya menjadi melodi-melodi yang berarti..
Tapi kadang aku gagal mengisahkannya
Karena terlalu bernapsu menceritakannya pada setiap manusia yang kutemui...
Mendengar pertandaNya, demi kedamaian batin
Tertahanku pada setengah nafas,
Membuka kelopak ruang
Supaya berada pada waktu yang berbeda untuk menjawab tanya besarku..
Tuhanku, aku harus segera berangkat...
Meski luka ini melebar dan melebar
Tapi aku masih bertanya tentang mereka di masa yang akan datang..

Senja yang Sunyi
-aCi-

Datangkah Kau, CInta?2

Lelap bersembunyi dalam selimut.
Berlindung dibalik awan dan udara jahat
Melantunkan doa-doa
Supaya semuanya menjadi baik kembali.
Adalah benang baru dibuat?
Lalu rajutan dimulai...
Benang lama harus diputuskan dahulu.
Mengganti corak, meskipun lama.
Tapi tidak mengapa.

Seruling Golem
-aCi-

Datangkah Kau, CInta?

Dapatkah kamu merasakan apa yang berdetak terlalu cepat dalam jantungku.
Rasa kita bersatu saat ini.
Pastilah kamu tahu apa yang aku rasakan.

Hidup terus berjalan
Selimut-selimut lembut terus menutupi luka-luka itu...
Tapi aku harus bagaimana?
Kalau cuma dia yang mempunyai penawarnya...
Kadang bersinar
Namun tidak jarang tertambat di sini
Merindukanmu
Meski tak bisa mencintaimu lagi...
Sumur yang lain sudah kupilih...
Membiarkanmu terbang
Dan melihatmu dari alam halus...
Bahwa kau baik-baik saja
Indah dan berbahagia

Seruling Golem
-aCi-

Semaikan Pesan Damai Itu!

bibirku tak pernah lelah...
menutur kisah indah tentang hidup dan sarinya,..

mengkomat-kamitkan harapan dalam untaian kata yang kurangkai,
seindah negeri ciptaanku. Semampuku. Sebisaku.

Kucoba merantaikan pada benda-benda langit saksi bisu bahwa tuhan pernah ada...
karena cuma mereka yang dapat menyimbolkan kesakralan,
atau sebagian dari sebuah tuhan.

mencoba bisu, mendengarkan suara alam..

angin gunung berbisik mengenai cinta...
menyebarkan ajaranNya pada setiap sel di permukaan bumi
supaya mereka terang dan menerangi dengan cinta mahatulus

Lalu,..
ombak dan laut membasuh kaki bukit sunyi,..
mereka mati mengakhiri siklus hidupnya demi sebuah tanah untuk satu kasih..
tanah yang menyimpan banyak pengharapan..

Ada beban yang mengubah struktur dari anugerah itu sendiri
kadang terlalu pahit untuk ditelan,
muntah, tapi tak dapat dikeluarkan..
bibir terbungkam oleh penyudutan waktu, situasi dan posisi
tak lama busuk oleh kebohongan...
masih tercekik, kuterpogoh dan berlari terus... terus...

Kucari-cari sendiri tempat berpusing
satu titik yang takkan membuatku terpeleset apalagi mati tanpa jasa...

Tibalah hari pengimbalan
dan kau lah yang berada dibalik gilluotine itu...
bayangmu ada dalam cermin-cekung-tajam itu...
akankah engkau mengambil kepalaku dari tubuhnya?
Kau cuma diam dan mendengarkan dakwaan hakim.

lalu kau menyeretku mendekati gilloutine itu

...
...

tapi waktuku belum tiba..
aku belum mau bersujud pada dosa dan kehinaan..
kau membuat segalanya baru dan putih kembali..

Cintamu membasuh semua merahnya lembar-kisahku
meski bukan suci, tapi keyakinanku putih.. bersih..

kita lari dari pengadilan massa...
menuju dunia baru tak bertuan,
kita membangun sendiri waktu, ruang, takdir yang kita mau...

Ombak dan laut menyembah kaki lembah hijau ini..
menyatukan pasir-pasir yang pernah terceraikan angin...
dan malaikat menyampaikan pesan dari yangmahakuasa
"kita diberkati"...

hari ini, besok dan besok,..
kau masih menyisakan waktu untuk bertapa sekedar setengah atau satu jam...
memintakan kekuatan untukku padaNya...
kekuatan untuk maju dan terus bertahan,
kekuatan untuk memaafkan diriku sendiri di masa lalu,..
kekuatan untuk terus mencinta...

kau mengajariku..
mengabaikan kelemahan waktu,
mengacuhkan keterpurukan ruang untuk terus berekspansi secara tiga koordinat...
bahkan,
melawan takdir yang mungkin pernah tertulis di kahyangan,
memenuhi hati dalam realitas dan negeri khayalan...

Andaikan kudapat menggabungkan semua keindahan yang ada,
yang pernah kupangku sebagai anugerah,
yang pernah melahirkan ulang seluruh serat yang sudah memerah menjadi kista-kista..
lalu kubagikan pada seluruh umat di semesta sebagai sembah-sujudku untukMu,..

adalah kutukan untukku untuk hidup tanpamu...
....

Ksatria Lemah
-aCi-

Semua Milikmu

Aku berdoa untukmu;
menunda waktu..
Cukup lama;
sebelum engkau mengambil resiko
Karena memilih peti yang salah

Kuakui aku kehilanganmu...
Sesuatu mengatakan kepadaku...
Menjawab segala pertanyaanku

Sesungguhnya...

Aku ingin mengajarkan sesuatu padamu
Bagaimana memilih yang benar; tapi
Aku tlah bersumpah;
tuk tidak melakukannya
Jadi aku tak akan pernah melakukannya

Karna alam telah memberikan sesuatu padaku
Tuk membiarkan sgalanya terjadi

....

Tapi;
Sorot matamu...
Senyumanmu;
Iya,
senyumanmulah yang tlah menawanku dan
Merobek-robek hatiku;
Separuh diriku adalah milikmu dan
Separuhnya lagi punyamu

Sedang untuk diriku sendiri;
Aku akan berkata
Semua milikku adalah milikmu....

Dan semua adalah milkmu.

Pertanyaan Selanjutnya
-aCi-

Senja di Luar Kota Kelahiran

Langit mulai menguning
sebagai konsekuensi rotasi bumi terhadap pusatnya,
burung-burung kecil pulang keperaduannya untuk berkasih-kasihan dan menikmati hangatnya rumah mereka sebagai konsekuensi mekanisme siklus kehidupan siang yang akan terbayar di malam hari.
Matahari lelah setelah bertugas setengah hari penuh.
Wulan bangun dari sisi lain dunia para dewi,mulai menyemprotkan dua tetes parfum sambil bersolek mempercantik diri bersiap untuk tugas membuka lembaran-lembaran baru,
meski kelam namun syahdu, sehingga mengingatkan orang akan pergantian lembaran-lembaran waktunya.
Sekarang saatnya aku mempertanyakan konsekuensiku hadir disini..

Pertanyaan Besar
-aCi-

Strip

Adakalanya kita mencintai seseorang.
Tapi hal yang terbaik adalah membiarkannya pergi.

Emosi Sinus
-aCi-

Suara Alam

Kucoba untuk diam
Bisu tak hanya mulutku tapi juga telinga, mata dan seluruh indraku...
Memulai pencarianku pada kehidupan halus yang terwakilkan suara alam...
Mengartikan seluruh nadanya menjadi melodi-melodi yang berarti..

Tapi kadang aku gagal mengisahkannya
Karena terlalu bernapsu menceritakannya pada setiap manusia yang kutemui...

Mendengar pertandaNya, demi kedamaian batin
Tertahanku pada setengah nafas,
Membuka kelopak ruang
Supaya berada pada waktu yang berbeda untuk menjawab tanya besarku

Emosi Sinus
-aCi-

Tersisihkan

Sisih
Kamu tahu?
Berapa aku ini?
Aku satu diantara seribu
Begitu pula yang selalu kurasakan.
Aku cuma satu dari seribu.
Aku tak teranggapkan.
Seakan terbuang karena aku hanya satu dari seribu

Seruling Golem
-aCi-

Tertahan di Gerbang

Tuhan menahanmu di gerbang emas...

Gerbang, dimana kau-kau akan terjun pada rahim-rahim ibu-ibu di dunia
....
Kata Tuhan;
“Sebentar, ulangi sekali lagi janjimu padaKu!”
...
“ Ei, aku lahir untuk menemukan kebahagiaan dan kedamaian, untuk mengejar apa yang aku maui ......”
“ Tidak-tidak kau tidak boleh lahir dahulu,Jangan... Mundur!”
....
“ Selanjutnya...”, begitu kata Tuhan.

Seruling Golem
-aCi-

Titik Stagnansi

Aku mati walau sekedar mati inspirasi...
Mungkin itu tak apa untukmu
Tapi itu kiamat sesaat untukku
Hanya terguling disini gelap dalam penjara kestatisan waktu.
Atau sebenarnya inspirasi itu kekuatan dari seseorang yang memancarkan daya tariknya?
Apakah ini akhir dari masa cemerlangku?
Hilangkah keberjayaanku?
Hanya karena stagnansi menghambat laju produktivitas hingga menghapus nama yang baru saja mulai akan kuukir dalam peradaban kesusastraan?

Aku hanya lebih ekspresif didalam khayal...
Memvisualisasikan dairiku puas tanpa kontrol menari sampai mati dengan harmoni yang terasa mengerti hatiku...
Tapi aku lebih mati dalam menggambarkan tarian apa yang sanggup menggambarkan kesenyapan dan keanehan diriku...

Seruling Golem
-aCi-

Untukmu Kekasihku,

Kekasihku,..aku pinjam dulu sesuatu yang menopang kejahatan-kejahatanmu
dan juga sisa-sisa kebaikanmu..
Aku berjanji akan mengembalikan dalam keadaan yang lebih baik.

Aku ingin menyelesaikan apa yang telah kuniatkan, wahai kekasihku.
Baik-baiklah dengan kehidupan baru ini.
Kebahagianmu tetap tak ternilai untukku.


Seruling Golem
-aci-