Di depan Tanah Merah
Lelaki jangkung itu masih disana
Sudah gelap tapi masih setia dengan pegal kakinya
menunduk dengan diam dan bisu.
Seolah ...
memang bisulah satu-satunya yang bisa mengerti
apa cerita hidup saat ini..
Memandangi tanah yang masih merah dan sebongkah kayu menamai tanah gembur itu..
Angin melalukan kasihnya.
Waktu kembali berpusing...
Selamat Jalan Mesullam
-aCi-

0 Comments:
Post a Comment
<< Home