Nikmat dalam Sendiri yang Sengsara
Dalam imaginasiku, dalam kesendirian hari ini aku melihatmu
berjalan-jalan di tempat indahmu
menggandengku dan mengajakku duduk
dibawah rindangnya pepohonan hijau
Kala itu siang hampir ditinggalkan waktu
Kunikmati indah senjamu
diantara cahaya-cahaya lembayung,
jingga dan mewarnai sisi-sisi kosong kanvas putih kelabuku
bayanganmu menimpa separuh wajahku
terhembus angin sore yang sepoi
Berdua, hanya berdua
ditemani ombak yang terhempas hingga ujung-ujung jemari kakiku
dan kita berbicara tentang
perang, kegalauan, kesepian
kelaparan, persamaan hak, kemanusiaan
pelajaran, kebijaksanaan dan pencapaian diri
terus hingga larut tiba
Menggigil
aku hanya bersandar dibahumu
menikmati kedamaian yang tengah kau pancarkan
lewat cinta dari tubuhmu.
Aku cukup merasakan nikmat kini
sendiri dalam rindu yang menyengsarakan
bersama imaginasi-imaginasi selanjutnya
-achie-
memandang indahmu dari sudut gelapku
(ung, pinjem kata itu ya?)
untuk ksatria panji muda yang selalu belajar
tentang aku dan tentang kita
