09 February 2007

CUKUP!

adalah damai mengisi sela-sela perasaanku
saat aku dapat mengatakan cukup.
kabut pagi buta, diiringi rintik hujan.
berembun kaca kamarku
lewatnya aku dapat melihat bayanganku sendiri
tersenyum menikmati apa yang telah digelarkan Tuhan padaku
...
cukup bahagia meski masih terperangkap pada titik stagnansi ini
dalam kamar kecil, apek dan lembab dalam serba-kekurangan itu..
aku masih merasa lebih dari cukup!

memang aku,...
belum mampu mengelilingi tempat-tempat indah itu
menikmati salju turun, danau-danau jernih
atau rambut yang beraroma asin ditiup-tiupkan angin laut.
atau bahkan menelurkan karya penuh makna menginspirasi masyarakat
dan merasakan merekahnya pemikiran-pemikiran..

tapi di kota metropolitan ini, aku meniti mimpiku...
pasti aku dapat merasakan semuanya
melukiskannya dalam kanvas kecil milikku.




-aci-
gadis pemimpi

untuk para pengkhianat

pergilah "lelaki" di dunia
dan yang tertinggal
hanya seoongok daging yang sering kalian bangga-banggakan itu!
dalam dingin dan bingung...
silahkan menuju pemberhentian selanjutnya.
tempat yang tahu hanya diantara kalian dan Tuhan!

silahkan berpisah pada saringan-saringan tanggung jawab
demi kemanusiaan silahkan berpisah saja!

aku, demi tuhan di surga..
muak dan bosan.
pada setiap inchi pengkhianatan yang kalian lakukan
dan kalian banggakan.

hatiku turut hancur bersama dengan turbulensi hidup setiap wanita
yang kalian goyah-goyahkan...

entah apa sebutan yang pantas untuk kalian!

-aci-
"too much heaven"

kita berdansa, sayang...

Menuju panggung dengan layar perak
gemerlap lampu menyoroti wajah-wajah kita.
Lalu kita dapat
rasakan nada-nada menghampiri urat nadi kita
lalu ikut berdetak dengan jantung.
Membuat kita kaya
bahagia lalu tertawa..
sorak-sorai mengantarkan kita pada kemenangan mutlak itu...
saat semua mata terpaku pada apa yang akan kita lakukan.

mengiringi langkah-langkah indah
satu-dua-tiga
kanan kiri lalu depan-depan.
Denyut-denyut itu dapat kurasakan
membakar semangat itu..

mata-mata penonton menatap lewat sela lekuk tubuh
mencari cahaya dibelakangnya
aura keluar menyeruak..
ekspresi dan harapan terhantar pada mereka
selesailah misi itu

menunduk lalu hilang ke belakang panggung