25 December 2006

Perasaan - perasaan di pinggir hati

tak lagi menyesak
tapi tak mungkin membanjiri sungai-sungai bahagia
biarlah itu semua mmilik
peti-peti masa lalu

aku hanya ingin menyapamu
lewat diam dan sunyi
di senja hari tanpa hujan

tak lagi berkelok-kelok tajam
naik atau turun
siklus itu sudah habis
biar potret-potret itu yang bicara
apa yang pernah ada

biar jalan-jalan ramai
atau tenda-tenda kaki lima
atau nada-nada indahlah
yang menyapa kau dan aku
karena cuma kita yang tahu

adalah perasaan-perasaan yang tak lagi utama
tapi masih duduk berjongkok
menunggu dan menyesap rokok
di pinggiran hatiku

maafkan aku membagi cinta
yang pernah kujanjikan dahulu
hanya untukmu

biarkan perasaan itu terpinggirkan
tak lagi jadi pemeran utama panggung ini

15 desember 2006

angin senja, sunyi dan sepi.

menikmati angin senja ditemani sunyi dan sepi

Segelas kopi sisa tadi pagi,

Menghadap layar komputer



Sesak, menahan rindu



Pada kampung halaman yang hijau

Pada rumah yang butut dan lembab

Dengan jalan-jalan sempit, berkelok-kelok dan turun-naik

Dimana orang-orangnya masih bertegur sapa...

Berlogat sunda dengan nada yang cangkok

Ada tukang bakso, tukang es, tukang es krim dan tukang rancahan

Yang selalu lewat setiap sore

Kadang ada tukang sol sepatu atau tukang bajigur...

Rindu

karena udara sore-sore di Cimahi,

Bagaikan menyesap cinta yang baru bersemi



Rindu matiku untuk Ibu

Dan adik serta ayahku...

Bagian keluarga yang tak berpisah selama 22 tahun terakhir..

Karena tak ada makan malam bersama

Atau gosip-gosip dan curhatan setiap malam sebelum tidur

Bahkan rebutan komputer dengan Adik

Rebutan makanan dan channel TV dengan Ayah

Nagih-nagih makanan sama Ibu...



Dengan manja-manja Adik:

“ Aku minta ini ya, Ci, Tas yang aku bangett, belinya di BAD BOYS ? Minta itu, Game Csi yang 2CD ?, Masakin nasi goreng seafood..Coklatnya buat aku aja yaa? Kamu ku-kitik-kitik sebelum tidur yaaa”

atau dengan kata-kata Ibu:

“ Ibu selalu berdoa semoga kamu dapat suami yang baiiiiiik banget, mau ngerti kalo kamu ngak bisa nyapu, ngepel,

nyetrika, nyuci, aduuuh tar Ibu bilang sama Mertua kamu, kalau kamu bisanya nyari duit...”

atau dengan candaannya:

“ Sana gih cepet nikah... cepet-cepet...Pacar kok ganti-ganti mulu! Ibu pusing!..”

Ayah dengan semangat yang menggebu:

“ Kamu nanti setelah kerja, kuliah sampai Doktoral di Belanda, jadi dosen di ITB, buka bengkel, jadi dirjen pemberdayaan perempuan, nulis buku berkualitas, jadi mentri RI, ... kalau bisa udah sabuk MERAH gituh Boxernya! Jadi kan oang-orang pada sungkan...Atau mestinya kamu jadi Marsekal, masuk TNI-AU gitu loh, nanti disekolahin lagi!!! ”



Terdengar sayup-sayup adikku tertawa, bapakku berkomentar saat mendengar berita di Metro TV dan Ibu yang berdzikir..

Aku menitikkan air mata

Sisa-sisa dari rindu di hati



Seruling golem

-aci-

4.55-1 Desember 2006

bergerilya

Pagi-pagi buta
Saat mata terbangun dari tidur
Ruh ini baru kembali pada raganya
Hujan rintik menyapa Jakarta
Kubuka pintu kamar dan melihatnya
Bebauan air tanah menusuk hidung
Bergerilya aku mencari-cari
Satu potong obat
dari semua orang-orang yang kukasihi
Kemana mereka?
Bagaimana kabar semua pagi ini?
Bergerilya aku menyelusup
diantara hutan belantara
berharap menemukan sesuatu
untuk mengobati kerinduanku
Kesepian dan kesunyian lah
yang selama ini setia menemaniku
bergerilya.


-aci-
tengah desember 2006

Pulang ke Rumah

saat melangkah masuk
hangat badanku
setelah sebelumnya menggigil
malam hujan lebat sudah diluar
kini rumah menyambutku
dengan cinta
dan masih kesulitan-kesulitan yang sama
permasalahan yang belum kunjung selesai
meski...
tapi mengobati lukaku sesaat
akan kerinduan meronta-ronta
dalam dingin, sepi dan sunyi
yang semakin parah selepas senja

17 desember 2006
07.41
minggu pagi dengan keadaan yang selalu sama di rumah

ya sudah....

bilang saja aku sudah gila
bilang saja aku tak tahu diri
senonoh dan tak berperasaan!

bilang saja aku pelacur
bilang saja aku penjahat
pantas mati, tak pernah hidup lagi!

tidak apa-apa
asalkan kau puas menghinaku
memakiku lalu menunjuk-nujukku
hingga terpojok dan tak berdaya

memang aku gila
tak tahu diri
senonoh dan tak berperasaan

memang aku pelacur
penjahat
pantas mati dan tak pernah hidup lagi!

tidak apa

setelah ini
silahkan pergi dan lanjutkan
adegan-adegan hidupmu sendiri
berjuanglah supaya tidak lagi benci padaku

pembenaran atau tidak
aku punya alasan memilih jalan yang lain

akupun akan berjalan terus

asal kau ingat aku masih punya
hati dan air mata yang pernah tumpah dulu


-aci-
16.40.. 12 Des 2006

Tuhan, ...

jangan buat aku tinggal disini
seperti lumpuh di satu persimpangan
yang semestinya akan kupilih
ke kiri atau ke kanan
ke depan atau ke belakang
ada corak hidup yang harus kutentukan
untuk kanvas panjangku di waktu depan....

jangan terlalu lama
buatlah kakiku sembuh
otakku jernih
semangatku membara
niatku lurus
menempuh jalan sambil menunaikan titipan-Mu

sebentar lagikah waktu kuberangkat
dari titik stagnansi ini?

-aCI-

persembahan untuk perempuan-perempuan.

makhluk perempuan
bagai tersambung benang merah
dari satu nurani pada perasaan sesamanya

indah dan kuat
narsis sekaligus melankolis
hatinya sedalam samudera
emosi meruap, tapi
sambil berusaha tetap mengguna logika
dan tak hilang keseimbangan berpijak di bumi
menyokong sesama demi bintang yang ingin dipetik

membebaskan orang-orang yang disayanginya
dari kemiskinan, kebodohan,kelemahan dan ketakutan
tapi
kadang perannya disepelekan
bahkan dikesampingkan begitu saja
atau diijak-injak
dihilangkan hak-hak manusianya

makhluk ajaib bernama perempuan
tetap tegar dan berhati besar
melangkah ke kotak-kotak lain dalam kehidupan ini
sambil melakukan hal-hal berguna lainnya.
berdoa untuk bumi dan manusia yang hidup di dalamnya

menunggu keadilan datang menyelamatkan hatinya yang patah sebelah

6 des 2006
14.10
tribute to teh ninih
was remember about my mother, my bestfriends's mothers and
all the greatest woman in the world.
Hope someday can be like them...

Ibu, Kita sama-sama perempuan

dahulu aku selalu mengganggapmu
lebih tinggi dan lebih tahu
semua kesempurnaan harus kembali padamu
dan aku adalah budak yang bekerja untuk
sebuah kesempurnaan
capai lelah tidak kenal apa itu esensi
kadang aku capai dan lelah
marah dan berontak
pernah juga aku memakimu
meski aku tahu aku juga setengah darahmu
tidak jarang pula kita bermusuhan
diam-diaman
tidak saling tegur apalagi senyum
kepedulian kurontokkan dalam satu waktu
dimana emosi menjerat egoku
tapi saat kau sedih, aku sedih
saat kau bercerita banyak tentang hidupmu
bagaimana kau berjuang dan berusaha keluar dari
lubang hitam dan hujatan lingkungan.
aku terpana dan menyerap semangatmu
sambil memahami arti kasih yang kau tebarkan
meski kau terbakar.
Bagaimana cara mencinta
atau cara memafkan
berjuang dan bertahan dari angin besar,
sambil terus yakin berlari mengejar bintang yang kumaui
adalah hal yang paling kuingat darimu.

lalu saat aku sudah dewasa
aku pergi dari sisimu
aku tidak ingin
tapi ini sudah waktunya aku pergi menjadi
tiang tersendiri
membuat dan memasang dan memancang pasak-pasak
pada bumi...
dengan kekuatan sendiri
supaya tahan dari angin besar dari ceritamu
dan terus tinggi, agar bintang utara itu
bisa kuraih...
agar aku bisa menjadi cahaya bagi sesama
seperti doa-doa yang taksempat kudengarkan
keluar dari bibirmu

di waktu-waktu sendiri aku banyak merenung
dan teringat aku akan dirimu

Kini aku memandangmu seperti aku
memandang diriku sendiri
kita sama-sama perempuan
kita sama-sama pernah mengalami
menstruasi menyakitkan datang setiap bulan
kita sama-sama punya perasaan yang peka
dan halus
sensitif dan mudah marah
kita sama-sama pernah berjuang keluar dari
kekangan adat dan lingkungan
keluar dari lubang hitam yang akan membatasi
apa-apa saja mimpi dan ingin kita.
dan aku pun akan mengalami
hamil, melahirkan anak
dan mempertaruhkan segalanya
untuk sesuatu yang suci
seperti yang pernah kau lakukan dulu
padaku...
mungkin aku akan bersikap dingin dan
perfectsionis seperti kau dulu padaku
ya ya ya...

kau memang teman terbaik dalam hidupku
yang pernah kutemui!

-aci-
nb: Thank you to change me from a baby into a lady
Jakarta, 27 November 2006. 10.54