05 October 2006

Itu Untukmu, Tuhanku...

Itu Untuk Tuhanku

Kenapa raut wajahmu menghantuiku?
Tapi aku merindukan auramu, baumu dan ocehanmu...
Kau begitu sempurna_kuharapkan sempurna
Dan itulah kesalahanku,
Aku tidak membiarkanmu hidup dengan kekuranganmu

Ada sisi-sisi dari dirimu yang tidak bisa kusentuh
Itu juga kesalahanku
Karena ingin menyentuh sampai merubahnya
Itu adalah kesalahanku...

Tapi aku tidak pernah salah pernah mencintaimu dan mencintaimu
Meski aku salah tidak bersamamu lagi...

Ini puisi cinta paling basi, paling menjijikan
Tapi hatiku yang rapuh dan kukira mulia pun
Melahirkan kata-kata menjijikan ini...

Kecewa bukanlah kata-kata untukmu tapi untuk tuhanku...
Rubuhnya harapanku juga bukan frasa untukmu tapi untuk tuhanku
....

Tanpa Emosi
-aCi-

0 Comments:

Post a Comment

<< Home