08 October 2006

Romantisme yang Membasi

Romantis?
manis?
necis?
karcis?

aiks aku benci!
aku bukan wanita haus masa depan
atau uang atau kekuasaan
tidak, maaf...

aku sendiri, kebetulan sudah punya itu semua...

maaf, aku tidak butuh gombalan
mobil bmw, rumah tingkat tiga dengan kolam renang,
atau surat keputusan pengangkatan pejabat itu...

hah?
apalagi tampang kece atau perut six pack...
bibir merah, alis beriring, hidung mancung...

basi semua...

aku butuh pria yang mampu
mencairkan kebekuan hati...
mengalahkan kesombongan diri...
tanpa membuang duri-duri dalam dagingku!


botol yang tergeletak didepan gadis manis
-aCI-

Bukan Dewi Chandra Kirana

adalah dewi chandra kirana
turun dari kahyangan dengan seribu satu pesonanya
kemudian dengan kesempurnaan fisik mengukuhkan kesaktiannya
lanang-lanang yang melirik akan bertekuk lutut padanya
meminta-minta sambil berbaris untuk dijadikan pelayannya..

dewi chandra kirana
tak ada cacat dalam kasat dan tak-kasat mata
bahkan sang bulan pun terpana kagum...
titisan dari surga
membawa berkah dan membagi-bagikan pada kaum papa
hati sebening embun pagi
kebajikannya mengobati luka bagaikan tetes hujan di pagi hari
manusia berharap padanya

aku hanya perempuan biasa,
bukan titisan apalagi dewi chandra kirana

tapi kekasihku, kau memperlakukan aku seperti
orang dahulu memuja kirana...



muka memerah
seruling golem dan cium dari sunyi
-aCI-