05 October 2006

Dari Dalam Bus Ekonomi

Kesemangan Senja
Menunggu deret antrian
Berhenti dan sesak nafas
Lewat lensa,
kaca berembun masih terlihat rintik air menusuk tanah
Diantara pilunya badan
Lirih aku berteriak ingin meledak

Rasanya dunia menekan, mencekik dan lapar ingin menelanku kedalamnya
Semua pori-pori kehidupan yang lalu begitu indah,mereka..jalan…
Aku ingin gampar diriku
Sejauh yang terlihat selalu salah….

Tuhan, apakah Kau masih memanjakanku dengan keberuntungan?
Apakah Kau masih sayang padaku?
Walau aku hanya terkesima saat Kau terlihat agung dalam pandanganku?


Sesak dan Sunyi
-aCi dan Senja-

0 Comments:

Post a Comment

<< Home