18 November 2006

Mata yang Mungil

Hujan akan datang
Badai mulai bergemuruh
Angin-angin ribut membuat empat tembok bergetar
aku takut bangunan ini akan rubuh!
Belum lagi atap bocor
tik-tik-tik-tik
air hujan bergenang diatas lantai
lantai yang selamanya tidak akan pernah dilapisi terasso, keramik bahkan marmer

Tapi anak-anak kecil itu masih terpana menatapku dengan mata-mata yang mungil, tanpa dosa...
Penuh perhatian
dan memancarkan aura kehangatan
membuat jiwa dan semangatku tertarik keluar tubuhku
lalu memasuki tubuh-tubuh mungil itu..
Harapan dan cita yang tulus dari hati mereka menggantikan kekosongan relungku selama ini...
aku lelah namun aku selalu terisi energi.
energi dari anak-anak kecil itu

Aku tersenyum
Mereka masih melongo
Aku pun melanjutkan ceritaku.
Cerita bagaimana ilmu pengetahuan dapat memanusiakan manusia
bagaimana peradaban itu dimulai dengan kepekaan manusia pada alamnya..

Anak-anak kecil itu tidak sabar untuk bertanya
Hujan, bocor, bahkan rubuh sekalipun
bukanlah masalah!

Oktober 2006

Berhenti di Persimpangan

Sejenak, berhenti aku dari perjalanan
yang aku sendiri tak tahu dimana menemukan ujungnya
Melepas lelah
Menarik nafas
Meneguk persediaan semangat
Sambil menyesapi asap-asap dari kebijakan;
yang terkumpul dari masa-masa silam hingga hari ini

Aku adalah petualang yang selalu kekenyangan
dengan pengalaman..
Tapi selalu haus dengan adegan kehidupan selanjutnya..

Berhenti dan terus melaju
dari satu lapang ke lapang lainnya
dari satu padang ke padang lainnya
menyusuri sisi hulu dan hilir sungai-sungai jernih
Begitu banyak orang dan tempat
datang pergi atau menetap sementara
dari waktu ke waktu
dari awal hingga penghujung
Semua memang pernah ada dan mengisi relung kosong
Tapi akhirnya semua cuma jadi kenangan
yang hanya dapat diingat dan dirindukan
terkadang diraba lewat memori...

Aku masih kuat untuk berjalan lagi
bahkan jika Engkau menyuruh untuk berlari mengejar mimpi-mimpi

Aku akan terus mencari orang-orang dan tempat-tempat baru
karena selamanya aku adalah petualang yang selalu haus akan pembuktian

Berhenti sejenak di Persimpangan bukan berarti tertinggal apalagi terpuruk di titik stagnansi.


Oktober 2006