Jurnal Malam Itu...
perjalanan hidupku yang panjang
menghabiskan banyak pengorbanan darah, air mata dan daging
tapi semoga semua itu tidaklah sia-sia...
mungkin hanya dengan berlumur dosa, aku bisa mendapat kekuatan jiwa
terlalu naif untuk mengharap keajaiban dari langit
atau harta karun dari gundukan tanah yang sedang kupijak
meski dalam hatiku, aku tidak pernah meragukan keberadaanMu, tuhan
Kau injak harga dan nilai sebuah aku
tapi aku tetap tegak dan berusaha tegar menatap langit merah...
aku tetap mencintai-Mu, lebih dari apapun
aku merindukan petunjuk-petunjuk-Mu
tanda-tanda kehidupan untuk merogoh sedikit saja rahasia-Mu...
sakit kurasa, pedih dalam kesengsaraan...
jalan terus? aku rasa itu harus...
IndahLembayungSenja.
Anakku, kemarilah
datang pada ibumu
Indah dan Aci

0 Comments:
Post a Comment
<< Home