25 December 2006

Ibu, Kita sama-sama perempuan

dahulu aku selalu mengganggapmu
lebih tinggi dan lebih tahu
semua kesempurnaan harus kembali padamu
dan aku adalah budak yang bekerja untuk
sebuah kesempurnaan
capai lelah tidak kenal apa itu esensi
kadang aku capai dan lelah
marah dan berontak
pernah juga aku memakimu
meski aku tahu aku juga setengah darahmu
tidak jarang pula kita bermusuhan
diam-diaman
tidak saling tegur apalagi senyum
kepedulian kurontokkan dalam satu waktu
dimana emosi menjerat egoku
tapi saat kau sedih, aku sedih
saat kau bercerita banyak tentang hidupmu
bagaimana kau berjuang dan berusaha keluar dari
lubang hitam dan hujatan lingkungan.
aku terpana dan menyerap semangatmu
sambil memahami arti kasih yang kau tebarkan
meski kau terbakar.
Bagaimana cara mencinta
atau cara memafkan
berjuang dan bertahan dari angin besar,
sambil terus yakin berlari mengejar bintang yang kumaui
adalah hal yang paling kuingat darimu.

lalu saat aku sudah dewasa
aku pergi dari sisimu
aku tidak ingin
tapi ini sudah waktunya aku pergi menjadi
tiang tersendiri
membuat dan memasang dan memancang pasak-pasak
pada bumi...
dengan kekuatan sendiri
supaya tahan dari angin besar dari ceritamu
dan terus tinggi, agar bintang utara itu
bisa kuraih...
agar aku bisa menjadi cahaya bagi sesama
seperti doa-doa yang taksempat kudengarkan
keluar dari bibirmu

di waktu-waktu sendiri aku banyak merenung
dan teringat aku akan dirimu

Kini aku memandangmu seperti aku
memandang diriku sendiri
kita sama-sama perempuan
kita sama-sama pernah mengalami
menstruasi menyakitkan datang setiap bulan
kita sama-sama punya perasaan yang peka
dan halus
sensitif dan mudah marah
kita sama-sama pernah berjuang keluar dari
kekangan adat dan lingkungan
keluar dari lubang hitam yang akan membatasi
apa-apa saja mimpi dan ingin kita.
dan aku pun akan mengalami
hamil, melahirkan anak
dan mempertaruhkan segalanya
untuk sesuatu yang suci
seperti yang pernah kau lakukan dulu
padaku...
mungkin aku akan bersikap dingin dan
perfectsionis seperti kau dulu padaku
ya ya ya...

kau memang teman terbaik dalam hidupku
yang pernah kutemui!

-aci-
nb: Thank you to change me from a baby into a lady
Jakarta, 27 November 2006. 10.54

0 Comments:

Post a Comment

<< Home