Mata yang Mungil
Hujan akan datang
Badai mulai bergemuruh
Angin-angin ribut membuat empat tembok bergetar
aku takut bangunan ini akan rubuh!
Belum lagi atap bocor
tik-tik-tik-tik
air hujan bergenang diatas lantai
lantai yang selamanya tidak akan pernah dilapisi terasso, keramik bahkan marmer
Tapi anak-anak kecil itu masih terpana menatapku dengan mata-mata yang mungil, tanpa dosa...
Penuh perhatian
dan memancarkan aura kehangatan
membuat jiwa dan semangatku tertarik keluar tubuhku
lalu memasuki tubuh-tubuh mungil itu..
Harapan dan cita yang tulus dari hati mereka menggantikan kekosongan relungku selama ini...
aku lelah namun aku selalu terisi energi.
energi dari anak-anak kecil itu
Aku tersenyum
Mereka masih melongo
Aku pun melanjutkan ceritaku.
Cerita bagaimana ilmu pengetahuan dapat memanusiakan manusia
bagaimana peradaban itu dimulai dengan kepekaan manusia pada alamnya..
Anak-anak kecil itu tidak sabar untuk bertanya
Hujan, bocor, bahkan rubuh sekalipun
bukanlah masalah!
Oktober 2006

0 Comments:
Post a Comment
<< Home